Minggu, 17 November 2019

Quotes Rina :)


Quotes Rina :)

Bagai lilin yang menerangi dalam gelap, hujan yang membasahi bumi, angin yang membuat daun kering berguguran. Begitu indah ritme yang ada di dunia ini. Begitu pun perjalanan selama masa kuliah, tidak ada yang mudah. Semua membutuhkan proses. Proses tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain. Lika liku hidup setiap orang pasti berbeda. Suku, budaya,  dan asal bukanlah suatu hal yang membuat perpecahan ataupun konflik,  tetapi bagaimana kita bisa mengayomi dan menghargai satu sama lain. Hal kecil juga bisa menjadi sumber masalah, tetapi bagaimana kita bisa menyelesaikannya. Dalam dunia perkuliahan, mungkin awal masuk pengen banget ikut organisasi yang kece, keren. Tetapi setelah kita menjalani, semua tujuan awal kita menjadi berubah. Semua organisasi itu sama bagiku, mungkin di KAMA FEB FoSEI bukan organisasi yang dianggap besar atau keren, tetapi bagiku FoSEI itu keren banget soalnya koneksi dengan luar kampus itu banyakkk banget. So, jangan melihat sesuatu dariluarnya aja, karena dalam hal yang sudah kita pilih bakal ada pengalaman dan kesan yang luar biasa meskipun berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.

QUOTES


Selama di FoSEI, aku banyak dapet ilmu baru. Pastinya dapet pengalaman baru. Bonusnya dapet temen baru.Bohong kalo bilang nggak capek, tapi capek itu yang akan terkenang. -Izza Amalina-



Kebeneran dan kemenangan tak bisa diraih tanpa berbuat apa-apa, tak bisa terwujud tanpa perjuangan yang nyata.
Bersama FoSEI, tegakkan apa yang menjadi benar. Tinggalkan apa yang menjadi kesalahan J
Ekonom Rabbani, BISA!!!!!! -no name 1-



FoSEI

Kalo langit ada bintang untuk dibanggakan.
Kalo bumi ada FoSEI yang patut untuk diperjuangkan,
Ukhuwah, Dakwah dan ilmiah dulu,
Kalo kamu?? Entar juga nyusul
Nyusul masuk ke FoSEI Pastinya....
FoSEI
Selama islam masih hidup sampai akhir zaman,
Selama itu pula FoSEI akan berjuang memajukan Peradaban Islam. -Fahreza Nico-


FoSEI
Menurut ku sih ,fosei itu keluarga baru
Banyak ilmu ilmu yang tak dapet
Yang dulu gapaham ekonomi, jadi tau
Yang ga tau soal syariah, jadi lebih tau
-no name 2-


FoSEI FEB UMS
An organization that can improve your knowledge about islamic economics, public speaking skill, organization skill, etc and a place you can find new family and happiness
#FoSEI#EkonomiRabbani
-no name 3-


Sebelum kamu takut dengan perkataan kakak tingkat terkait dosen yang pelit dalam penilaian
jangan kamu percaya terlebih dahulu sebelum kamu mencoba memulainya
mungkin apa yang dikatakan belum tentu benar adanya
dengan berpikir positif dan disertai usaha keras
apa yang telah dikatakan menjadi salah dengan hasil yang kamu peroleh
-no name 4-

CORETAN SINGKAT DARIKU UNTUK KALIAN


CORETAN SINGKAT DARIKU UNTUK KALIAN

oleh :
Wiwit Nurqomah



Aku tak tahu harus memulainya dari mana
Aku juga bingung harus mengatakan apa
Aku pun khawatir jika tak sesuai kenyataannya
Tapi apakah kalian ingin mendengar,melihat dan merasakan apa yang akan aku tulis?
Baiklah jika kalian menginginkannya

FoSEI. . .
Apa itu FoSEI? FoSEI itu apa sih? Itu FoSEI apa ya?
Kalian akan bertanya-tanya setelah mendengar kata FoSEI
Bukan hanya kalian, tapi aku juga masih bertanya "Apasih FoSEI itu?"

Awalanya aku ragu untuk bergabung dengan FoSEI
Masih banyak berpikir, berpikir dan berpikir
Tapi pada akhirnya aku memutuskan untuk lebih mengenal FoSEI
Karena aku ingin hal baru dalam hidupku
Ingin keluar dari zona nyamanku
Yah, itulah keputusanku
Setelah aku masuk kepengurusannya,
Aku jadi tahu "Apa FoSEI itu"
Namun masih hanya sebatas tahu, belum memahami
Tapi setidaknya, aku mengambil keputusan yang tepat untuk bergabung denganya

Banyak hal yang telah aku dapat setelah bergabung dengan FoSEI
Bukan hanya ilmu, pengalaman, jabatan ataupun teman
Tapi lebih dari sekedar itu
Ya, percaya atau tidak
Tapi itu yang aku dapat, yang aku rasakan dan yang aku miliki sekarang

Untuk kalian yang membaca tulisanku ini, mungkin kalian tidak akan paham dengan isinya
Namun yang pasti, aku hanya ingin kalian tahu
Bahwa mencoba hal baru itu bukan hal yang salah
Kalian akan mendapatkan begitu banyak keuntungan setelah kalian keluar dari zona nyaman kalian
Percaya atau tidak, hidup itu butuh hal baru untuk menghadapi masa depan yang pada kenyataannya tidak selalu sesuai dengan harapan
Dan hidup itu harus terus maju dan tidak boleh mundur
Walaupun melihat kebelakang juga perlu untuk pelajaran di masa depan





ARTIKEL TENTANG QUOTES,KATA PENYEMANGAT,KESAN PESAN,SERTA PENGALAMAN SINGKAT SELAMA DI FOSEI FEB UMS


ARTIKEL TENTANG QUOTES,KATA PENYEMANGAT,KESAN PESAN,SERTA PENGALAMAN SINGKAT SELAMA DI FOSEI FEB UMS
Saya Beny sebagai mahasiswa aktif FEB UMS dengan predikat (calon) cumlaude,Insya Allah, hehe doa kan ya. Artikel kali ini saya akan membahas tentang sedikit pengalaman saya di kampus terutama di organisasi Fosei. Sebelum menceritakan pengalaman saya, alangkah baiknya teman-teman membaca artikel ini sampai selesai agar tidak salah paham. Dan jangan lupa untuk like,comment, dan subscribe channel ini ,dan jangan lupa klik tombol lonceng yaa hehe. Channel youtube saya è Ariel Noah
Oke teman teman,kali ini saya akan menceritakan semua pengalaman dan mengulas semua cerita suka duka menjadi mahasiswa UMS. Saya masuk UMS tahun 2017 dan memutuskan untuk mengambil jurusan Akuntansi,karena harapan saya masuk prodi Akuntansi adalah ingin membahagiakan orang tua dan ingin menjadi seorang akuntan yang jujur,integritas dan transparan agar dapat memajukan negara Indonesia ini. Pasalnya negara Indonesia banyak orang pintar namun minim akan orang yang jujur. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 3 bahwasannya setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Oke,kali ini kita sedikit membahas tentang hukum hehe.  Langsung saja, setelah saya masuk UMS, tahun pertama saya belum ikut organisasi apapun. Dan setelah berjalannya waktu ternyata ketika kita sudah menjadi mahasiswa hal itu sangat tidak enak, dan terasa hampa seperti diriku tanpa(mu) organisasi. Menginjak tahun kedua perkuliahan tepatnya tahun 2018, saya memutuskan untuk ikut bergabung kedalam organisasi Fosei. Saya memilih Fosei juga berpikir kedepan dan menimbang-nimbang bagaimana sisi positif dan negatif ketika masuk disitu. Nahh,ternyata setelah mendapatkan beberapa informasi tentang Fosei saya semakin yakin untuk bergabung. Hal ini yang membuat saya yakin yaitu karena Fosei adalah salah satu organisasi/wadah bagi mahasiswa untuk belajar mengenai ilmu ekonomi Islam dan kita sekaligus juga mendapatkan ilmu tentang keorganisasian. Dan tak kalah pentingnya ketika ikut suatu organisasi adalah kita harus menyeimbangkan segala aktivitas dan juga membagi waktu untuk belajar,kuliah,dan beribadah. Nah disini, Fosei sendiri merupakan organisasi Islam yang kiprahnya dalam ekonomi Islam tentunya tidak mungkin jika kita ketinggalan dalam hal belajar dan beribadah. Dari situlah saya bisa menikmati dalam organisasi, kita belajar organisasi pun bisa mendapatkan pahala sekaligus karena kita ikhlas mencari ilmu agama dan mendakwahkannya. Semua apa yang kita lakukan harus didasarkan niat ikhlas karena Allah,sedangkan kalo kita hanya mengejar apa yang kita inginkan tanpa melibatkan Allah semua itu akan bernilai sia-sia dan tidak mendapatkan pahala disisi Allah. Kalau untuk pengalaman di organisasi Fosei sendiri saya merasakan nyaman dan tentunya semua teman-teman disana baik. Intinya saya merasa enjoy ketika berada di dalam organisasi Fosei. So, kalian harus coba sendiri untuk segara bergabung!!!
Oh ya gaes, ternyata ikut organisasi itu penting lohh. Ketika kita masuk dunia kerja,kita pasti akan ditanya bagaimana pengalaman organisasi kita. Maka dari itu kita harus bener-bener serius dalam berorganisasi dan tentunya belajar. Dan saya pernah mendengar ada seseorang yang berkata bahwa IPK itu tidak penting,yang terpenting kamu ikut organisasi. Menurut saya perkataan seperti itu hanya untuk orang-orang lemah yang tidak mau belajar. Bagaimana mungkin seseorang mahasiswa yang aktivitasnya setiap hari kuliah,belajar,mengerjakan menganggap IPK adalah hal yang tidak penting. Untuk kalian semua,jangan percaya akan hal itu. Kita sebagai mahasiswa harusnya bisa menyeimbangkan waktu belajar dan organisasi. Kita sebagai manusia wajib untuk berusaha semaksimal mungkin,dan ada pepatah bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha bukan? Maka dari itu semua tetap menjadi penting ketika kita susah terjun kedalam dunia yang modern ini. Apakah kita hanya mengandalkan pengalaman organisasi? Walaupun organisasi hal yang sangat dibutuhkan namun kita tidak boleh mengabaikan itu.
Untuk teman-teman semua jangan merasa diri anda sudah berada di titik tertinggi,karena masih banyak orang lain yang berada diatas kita. So,semangat dalam hal apapun baik itu belajar,berorganisasi, dan tak lupa pentinya yaitu beribadah. Kita sebagai mahasiswa harus bisa memanage waktu dengan baik,dan jadilah mahasiswa yang unggul,berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik dan carilah ilmu dalam organisasi sebanyak mungkin, dan yang terakhir jangan lupa untuk selalu beribadah dan berdoa kepada Allah supaya diberi kemudahan dan kelancaran dalam segala hal apapun. Demikian artikel kali ini,semoga bermanfaat untuk kita semua.

Quotes
“Jadilah manusia yang berguna bagi orang lain bukan hanya untuk dirimu sendiri”
“Hidup hanya sekali jangan sia-sia kan waktumu untuk hal yang tidak bermanfaat”
“Jadilah seperti nanas. Berdiri tegak, mengenakan mahkota, dan manis di dalamnya”
“Selalu ikuti kata hatimu. Tapi ingat, bawalah otakmu juga”
“Untuk mendapatkan apa yang diinginkan,kau harus bersabar dengan apa yang kau benci”
“Berjanjilah untuk tidak nakal lagi. Apabila nakal lagi, kalian harus berjanji lagi dst”







TIGA PERIODE MENGABDI DI FoSEI


TIGA PERIODE MENGABDI DI FoSEI
Artikel kali ini saya diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman selama berada di FoSEI. Perkenalkan nama saya Nur Aini Prima Adityasari saya Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan pengalaman dan motivasi selama menjadi bagian dari Forum Studi Ekonomi Islam (FoSEI). Seperti halnya yang dilakukan anak Mahasiswa Baru pada umumnya, pada saat fakultaria saya mencoba hal baru yang sebelumnya belum pernah saya ikuti di Sekolah dulu. Saya mencoba memasuki dunia perkuliahan sekaligus mencoba dunia organisasi yang notabennya begitu asing bagi saya. Dengan niat klasik yakni ingin menambah pengetahuan, pengalaman serta relasi saya bertekad untuk mendaftar di sebuah lembaga yang saya ketahui melalui Expo di GOR Kampus 2. Selain FoSEI, dulu saya juga pernah tertarik dengan lembaga lain di Keluarga Mahasiswa (KAMA) FEB. Namun karena ada beberapa pertimbangan seperti pembagian waktu dan kurangnya relasi saya memutuskan untuk mendaftar di FoSEI saja. Singkat cerita setelah melalui beberapa tahapan untuk masuk ke FoSEI saya sudah menjadi anggota sekaligus menjadi Staf Departemen Keislaman. Seperti jenjang karir, untuk periode berikutnya saya diamanahkan menjadi Sekretaris Departemen Keislaman untuk menemani Yunda Rachmia. Selama 2 periode itu banyak yang saya dapat yang tidak bisa di dapat Mahasiswa Umum, seperti relasi, pengalaman organisasi, public speaking dsb yang membuat diri saya lebih bermanfaat dari sebelumnya. Namun, perubahan itu harus kita barengi juga dengan rasa tanggungjawab dan amanah serta tujuan dan niat kita berada di FoSEI. Pada saat saya di amanhkan menjadi Sekretaris saya juga belajar untuk memahami karakter orang serta belajar menjadi leadership di lingkungan saya. Dengan karakter saya yang sedikit tempramental sedikit demi sedikit saya mulai menyadari dan merubah sikap negatif saya. Hal ini menunjukan bahwa banyak keuntungan dan manfaat jika kita mengikuti organisasi baik didalam kampus maupun eksternal kampus. Saya akui akan tampak berbeda jika kita membandingkan anak organisitator dengan Mahasiswa Umum, contohnya saja pada saat kita menyampaikan materi dikelas ( Presentasi), kemampuan berbicara serta mental dari keduanya akan terlihat terlebih dalam menanggapi sebuah pertanyaan dan sanggahan.
Setelah saya diamanahkan menjadi Sekretaris Departemen, Qodarullah saya di amanahkan menjadi Ketua Umum FoSEI Tahun 2019 tepat pada periode ketiga selama saya mengabdi di FoSEI. Tentunya ada rasa shock dan down karena pastinya harus memimpin teman teman kurang lebih 75 orang. Namun dengan dukungan dari Alumni, BPO dan anggota FoSEI yang lain saya bisa dan sudah menjalankan amanah ini selama setengah periode. Terlepas dari itu semua, beban yang saya tanggung lebih berat dari sebelumnya karena harus lebih mengayomi teman teman dengan berbagai karakter. Pada saat ini, alhamdulillah saya mempunyai banyak kenalan kader FoSSEI regional maupun nasional yang sangat bermanfaat sebagai relasi untuk masa mendatang. Kalau kata alumni waktu jadi Ketua Umum mereka malah menikmati dengan enjoy dan beranggapan bahwa saat datang ke agenda Regional/Nasional sebagai refresing. Dari situ saya juga bisa mengambil kesimpulan untuk bersikap santai dalam menjalankan amanah ini. Sebenarnya saya termasuk orang yang pendiam dan introvert, tapi karena saya diamanahkan menjadi Ketua Umum saya mencoba untuk friendly ke semua orang dengan tujuan biar komunikasi saya berjalan dengan baik. Selain itu saya juga tidak mau bahwa ada istilah atasan dan bawahan, jadi hubungan kami diorganisasi agar bisa selaras dan baik.
Setiap keputusan yang kita ambil pasti ada pro dan kontranya. Seperti halnya jika kita lebih memilih sebagai mahasiswa organisatoris maka kita harus bisa menyikapi baik dan buruknya dikehidupan kita. Begitupun jika kita lebih memilih sebagai Mahasiswa Umum yang hanya berfokus pada perkuliahan saja. Intinya kembali lagi ke niat awal kita untuk mengambil keputusan tersebut. Disini saya akan memberikan sedikit motivasi untuk teman-teman organisatoris agar tetap semangat dan istiqomah dalam menjalan amanah. Setiap orang pasti akan merasakan dimana titik jenuh itu ada, tapi selayaknya kita sebagai manusia harus bisa untuk menanggapi dan mengatasi permasalahan itu. Kemudian mencobalah menjadi orang yang konsisten dalam segala hal. Dan tidak lupa menjadi orang yang bertanggungjawab, baik kita diposisi yang benar maupun di posisi yang salah, serta belajar untuk menghargai dan memahami orang lain. Semua hal yang sudah saya sampaikan tadi akan berbalik ke dalam diri kita masing-masing jika kita melakukannya kepada orang lain. Saya ingat pesan dari Alumni FoSEI “FoSEI itu tidak memberikan apa-apa pada kalian, kalianlah yang nantinya memberikan sesuatu kepada FoSEI” artinya kita menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat bukan karena instansi/lembaga tapi karena usaha kita sendiri. Karena sejatinya FoSEI hanyalah sebuah wadah untuk menfasilitasi kita dalam belajar Ekonomi islam, selebihnya usaha kita sendiri. Dan nantinya jika kita sudah purna dan menjadi orang yang sukses maka akan memberikan kebanggaan bagi FoSEI sendiri. “Kuliah itu amanah orang tua, menjadi anak organisasi itu adalah pilihan” jadi jika kita sudah memilih menjadi anak organisasi tekuni dan jalani dengan semestinya tanpa meninggalkan amanah dari orang tua.


7 Ukhti 1 ikhwan


7 Ukhti 1 ikhwan
Oleh: Rezki Nur Hidayat
Assalamualaikum adek-adek. Pastinya pada semangat kan mau baca artikel ini he he he. Dalam kesempatan ini aku mau berbagi cerita nih tentang pengalaman pribadi  setelah berlayar bersama UKM FoSEI dilautan kampus yang penuh dengan cerita. Mungkin adek-adek pada heran yaa, kok memakai kata berlayar sih? kenapa tidak menggunakan kata lain?. Nah agar adek-adek mengetahui apa makna yang terkandung dari kata berlayar bersama UKM FoSEI, tentunya kalian harus membaca kisah yang saya abadikan dalam artikel ini. Selamat membaca.
Senin, 4 September 2017. Di hari itu saya masih ingat ketika mahasiswa baru angkatan 2017 pertama kalinya mengikuti perkuliahan. Masih teringat di benak pikiran mahasiswa baru termasuk aku sendiri, akan sisa-sisa kegiatan masa ta’aruf tentang perkataan yang hampir seluruhnya keluar dari mulut dosen yang mengatakan bahwa nilai IPK berada diurutan dibawahnya kemampuan soft skill saat digunakan dalam mencari pekerjaan setelah lulus nanti.  Pada saat itu kami mahasiswa baru memikirkan mana organisasi atau UKM yang harus diikuti, karena disitulah kemampuan soft skill mahasiswa diasah. Berbagai pendapat dari kakak tingkat kami pertimbangkan. Tetapi pada akhirnya aku belum mengikuti organisasi atau UKM manapun setelah menempuh dua semester masa perkuliahan. Tepatnya di semester tiga aku memutuskan untuk mendaftarkan diri ke UKM FoSEI atas pertimbangan yang sudah dipikirkan. Awalnya ada rasa ragu-ragu untuk mendaftar di UKM tersebut karena mengingat perbedaan angkatan yang masuk di UKM tersebut. Alhamdulillah adek-adek pembaca, aku nih  diterima di UKM tersebut setelah melewati berbagai tahapan seleksi. Ada rasa canggung ketika baru bergabung dan berkumpul bersama teman-teman di UKM tersebut, tetapi pada akhirnya yaa biasa aja sih dan tak menyangka juga tenyata yang ikut kebanyakan seangkatan dengan saya. Sampai sini mungkin adek-adek bingung kok judulnya ada ikhwan dan ukhtinya, jadinya seperti ini adek-adek pembaca setelah saya diterima di FoSEI dibagi lagi menjadi beberapa departemen dan saya diterima di departemen riset, pokoknya di riset enak dehhh. Kebetulan jumlah pengurus ada 8 dan karena aku laki sendiri, yang lain perempuan semua, jadi aku ganteng sendiri deh, pokoknya enak deh ikut FoSEI udah dapat ilmu, teman apa lagi. Sekian dulu setengah cerita dari aku, sampai jumpa kembali di artikel selanjutnya. Wassalamualaikum.

Senin, 04 November 2019

PERAN EKONOMI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


PERAN EKONOMI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Oleh :
Izza Amalina

Manusia merupakan makhluk sosial. Dalam memenuhi semua kebutuhannya, manusia membutuhkan bantuan dari orang lain. Salah satunya dengan melakukan kegiatan ekonomi. Dengan melakukan kegiatan ekonomi, maka kebutuhan manusia dapat tercukupi. Bagi seorang muslim, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah kewajiban. Termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi.Konsekuensinya, dalam melakukan ekonomi, orang Islam harus berdasarkan perintah dan larangan Allah. Sehingga muncullah Ekonomi Syariah
Dalam Islam, melakukan kegiatan ekonomi berdasarkan kebutuhan dan manfaat. Suatu barang dibeli apabila dibutuhkan dan memberikan manfaat. Begitu juga dengan barang yang dijual. Sehingga tidak terjadi pemborosan terhadap uang dan sombong dengan barang yang dibeli. Karena dengan membeli barang yang sesuai kebutuhan dan manfaatnya, maka barang yang dibeli juga secukupnya (tidak berlebihan). Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan ekonomi yang sering dilakukan adalah jual beli. Melakukan jual beli hendaknya sesuai dengan aturan Islam yaitu, barang yang dijual adalah milik sendiri sedangkan barang yang dibeli bukan merupakan milik sendieri; jual beli haruslah suka rela dan tidak boleh dalam paksaan; bukan merupakan barang haram; adanya sifat saling ridha, dll. Dalam mengambil keuntungan, hendaknya tidak berlebihan dan disesuaikan dengan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan/menghasilkan suatu barang. Pendapat lain mengatakan sebaiknya laba yang diambil hanya sedikit tapi diikuti dengan penjualan barang yang lebih banyak
Islam juga mengatur kegiatan sosial. Setiap muslim wajib melakukan zakat, infaq, dan shadaqah karena 2,5% dari harta yang didapat bukan milik sendiri. Termasuk wakaf dan hibah. Membantu yang kesulitan dengan hutang juga diperbolehkan. Dengan catatan, pemberi hutang tidak boleh meminta uangnya dikembalikan dengan jumlah lebih. Namun apabila penerima utang ingin memberi imbalan atas bantuan yang telah diberikan dengan melebihkan kembaliannya, hal itu diperbolehkan. Membantu yang kesulitan juga dapat dengan mudharabah dan musyarakah. Keduanya merupakan kegiatan kerja sama antar dua pihak atau lebih dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini diperbolehkan dalam Islam selama tidak melanggar aturan-aturan Allah.
Manusia tidak lepas dari kegiatan ekonomi sebagai fitrahnya untuk membutuhkan orang lain dalam memenuhi seluruh kebutuhannya. Namun, sebagai orang Islam, kegiatan ekonomi haruslah dilakukan berdasarkan perintah dan larangan Allah. Agar terdapat keberkahan dan tidak terjadi pemborosan

PENERAPAN EKONOMI SYARIAH DI ERA MODERN


PENERAPAN EKONOMI SYARIAH DI ERA MODERN

Oleh :
Wiwit Nurqomah

Sistem ekonomi berbasis islam kini sedang tren dimasyarakat. Tak hanya bagi orang muslim bahkan bagi para non muslim, ekonomi berbasis islam juga turut mereka gunakan dalam usaha mereka. Sebagian kalangan masyarakat menggunakan sistem ekonomi syariah karena keuntungan pertumbuhan demand akan ekonomi yang berbasis islam, sementara sebagian lagi secara tegas memerintahkan agar kita memasuki islam secara menyeluruh. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam kaffah, dan jangan kamu ikui langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2 : 208).
Di era modern yang makin canggih teknologinya ini, muncul kesadaran baru umat islam untuk mengembangkan kembali kajian ekonomi syariah. Ajaran islam tentang ekonomi kembali mendapat perhatian serius dan berkembang menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sistem ekonomi syariah mengajarkan tegaknya nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparansi, anti korupsi dan eksploitasi. Artinya, misi utama ekonomi syariah ialah tegaknya nilai-nilai akhlak moral dalam aktivitas bisnis baik individu, perusahaan ataupun negara. Dalam penerapannya sistem ekonomi syariah terkait dengan perniagaan, misalnya investasi online.
Pada masa lampau, sebelum adanya lembaga-lembaga keuangan syariah, umat islam secara darurat berhubungan dengan lembaga keuangan konvensional, tetapi pada masa ini, di mana lembaga keuangan syariah telah berkembang, maka alaasan darurat tidak ada lagi. Ini berarti dana umat islam bebas masuk ke lembaga-lembaga keuangan investasi syariah yang bebas praktik riba.
Dengan semakin berkembangnya ekonomi syariah di dunia, banyak manfaat yang dihasilkan dari ekonomi syariah ini. Keberkahan dalam menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah akan mendapatkan keuntungan duniawi dan ukhrawi. Banyak orang yang sudah mengimplementasikan kemudian memberikan testimony bahwa salah satu keunggulan harta yang halal adalah keberkahan. Dalam praktiknya seberapapun besarnya harta yang diterima maka akan selalu cukup dengan kebutuhan yang ditanggung. Bai diterima besar maupun kecil.
Banyak ahli dari berbagai bidang telah mengakui salah satu keunggulan ekonomi syariah, yaitu tahan krisis. Ekonomi syariah dapat mengurangi kerentaan perekonomian akibat fenomena decoupling economy. Dengan menerapkan sistem bagi hasil, ekonomi syariah membuat tidak adanya jarak antara sektor keuangan dan sektor rill.
Adanya distribusi yang merata membawa kemaslahatan bagi semua orang. Peran zakat, infaq dan sedekah juga athaya oleh negara kepada masyarakat. Pertumbuhan ekonomi tanpa riba merupakan implementasi keadilan dalam roda perekonomian. Salah satu cerminannya adalah produk-produk mudharabah dan musyarakah yang telah diterapkan. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki ekonomi syariah ini jelas merupakan pilihan bagus bagi para pengusaha. Kecuali bagi para pementing eksploitasi.

EKONOMI SYARIAH WUJUD EKONOMI MERATA


EKONOMI SYARIAH WUJUD EKONOMI MERATA

Oleh :
Syahrifa Dwi Fitri

Perlu kita ketahui sesungguhnya dalam peta kehidupan manusia, konsep ekonomi Islam sudah ada semenjak kehadiran agama Islam di atas muka bumi ini. Al Quran dan As Sunnah kaya akan hukum-hukum dan pengarahan kebijakan ekonomi yang harus diambil dan disesuaikan dengan perkembangan zaman serta perbedaan kawasan regional itu sendiri. Pada hakikatnya ekonomi Islam itu merupakan konsekuensi yang logis dari kesempurnaan Islam itu sendiri. Oleh karena itu islam haruslah di peluk secara klkeseluruhan dan komprehensif oleh umat Islam itu sendiri. Dan agama islam itu sendiri menuntut kepada kita selaku pemeluknya untuk mewujudkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Sangatlah tidak masuk akal, apabila seorang muslim yang menjalankan sholat lima waktu, lalu dalam kesempatan lain ia juga melakukan transaksi keuangan yang menyimpang dari ajaran Islam yang menyangkut sistem seperti riba, Natsir, dan ghoror.
Dan perlu kita ketahui dalam pengembangan ekonomi dan keuangan perbankan syariah sampai saat ini masih tertinggal di sektor visit economics, khususnya Islamic economic development. Untuk itu, kita fokuskan sisi ekonomi pembangunan dan sektor riil. Karena melihat ekonomi kita, untuk perbankan hanya bisa hidup bila ada orang yang mengajukan kredit kepada bank tersebut. Permasalahannya, perbankan syariah kita relatif kecil, semata-mata sektor riil yang berbasis syariah itu masih belum berkembang. Sehingga permintaan pinjaman kepada bank syariah, akhirnya terbatas dan belum bisa menjadi bank besar. Pada akhirnya, bank syariah memberikan pinjaman yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan halal atau syariah demi menghidupi bank tersebut.
Pada nyatanya pemerintah Indonesia sudah banyak melakukan kebijakan afirmasi termasuk membentuk Komite Nasional Ekonomi Syariah untuk memperbaiki kualitas pasar keuangan syariah di Indonesia. Jadi, harus ada bank syariah yang besar kedepannya. Kemudian, mengembangkan peran perbankan syariah dalam pembangunan nasional termasuk fasilitas perbankan syariah untuk seluruh segmen masyarakat, optimalisasi dana-dana sosial keagamaan agar tepat sasaran dan bisa digunakan sebagai investasi, seperti wira haji, membiayai proyek-proyek infrastruktur pendidikan dan pembangunan, meningkatkan daya saing industri keuangan, serta mendorong kemandiriin ekonomi Islam di Indonesia.
Selain itu, pemerintah harus fokus ke depannya, pada bidang jasa, seperti FFT(Food, Fashion, Tourism) yang bersertifikasi halal untuk mendorong pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata. Tentu untuk mewujudkannya perlu memberdayakan pesantren yang lebih mandiri, dan mengoptimalkan pembangunan, yaitu sukuk, dana sosial islam (zakat, infaq, shadaqah, dan wukuf).

AGAMA KU SEMPURNA, LALU AKHLAKKU?


AGAMA KU SEMPURNA, LALU AKHLAKKU?

Oleh :
Annisa Rahma Dayanti

Islam merupakan agama yang sempurna. Segala aspek dalam kehidupan telah diatur secara terperinci. Bukan hanya urusan peribadatan saja, masalah ekonomi dan sosial pun juga telah diatur dalam Islam.  Bahkan Allah SWT telah menjamin kesempurnaan Islam dalam surat Al-Ma’idah 5:33 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam hubungannya dengan masalah ekonomi, Allah telah mengatur berbagai kegiatan ekonomi sesuai dengan syariat Islam. Dimana dalam sistem ekonomi Islam, keadilan menjadi sesuatu yang mutlak. Salah satu hukum Islam yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam adalah adanya pelarangan riba. Berbagai studi telah membuktikan, bahwa riba sangat berbahaya bagi sebuah sistem perekonomian masyarakat. Riba akan semakin menguntungkan pihak yang kuat dan semakin melemahkan pihak yang lemah. Riba sangatlah jauh dari prinsip Islam yang sangat menjunjung tinggi keadilan.
Sistem ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang paling sempurna. Tidak ada sistem ekonomi yang lebih baik di dunia ini selain sistem ekonomi yang telah diatur dalam Al-Quran. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia juga semakin menunjukkan geliatnya, hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan yang berbasis syariah.
Semakin meluasnya perekonomian berbasis syariah, merupakan sebuah cerminan dari meningkatnya kesadaran umat Islam untuk menjalankan syariat Allah. Untuk mewujudkan membuminya ekonomi Islam dalam kehidupan, setiap umat Islam hendaknya harus menyadari bahwa  apa yang telah dianugrahkan oleh Allah melalui Al-Quran merupakan pedoman untuk mencapai kebahagian dunia tanpa meninggalkan kehidupan akhirat. Untuk itu, setiap umat Islam harus menyadari perbuatan dan perilaku yang dilakukan haruslah sesuai syariat Islam. Mari perbaiki akhlak dengan hidup sesuai prinsip Islam, sebab agama kita terlalu sempurna untuk dilewatkan. Ekonomi Islam YESSS!!!

PERAN EKONOMI ISLAM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA


PERAN EKONOMI ISLAM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Oleh :
Octavia Andaresta Herdiningsih

Sebagai suatu sistem yang universal, integral, dan komprehensif Islam telah mengatur tatanan hidup yang utuh untuk umatnya. Sebagai way of life, Islam menata  segala hal  yang berkaitan  dengan  kehidupan,  dari  hal  yang  paling  sederhana  hingga  urusan  yang paling  rumit sekalipun.  Baik  dalam  aspek  politik,  ekonomi,  pendidikan,  seni,  sosial,  budaya,  dsb. Islam merupakan agama yang sempurna, yang mengatur hal yang berkaitan dengan ekonomi. Apabila perekonomian suatu negara (ekonomi  nasional)  menerapkan dasar  Al-Quran dan Hadist sebagai dasar penerapannya, tentunya suatu perekonomian nasional akan berjalan dengan baik dan terarah sesuai  aturan. Namun dalam kenyataannya, belum semua negara muslim menerapkan dasar tersebut dalam perekonomian mereka, khususnya Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang sangat pesat, baik pada tataran teoritis dan konseptual ( akademik ) maupun pada tataran praktis ( khusus di lembaga keuangan bank dan non bank ). Saat ini pembelajaran mengenai ekonomi Islam juga telah diajarkan dibeberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Perkembangan ekonomi Islam ini tentunya merupakan kabar gembira, karena ini merupakan cerminan dari meningkatnya kesadaran umat Islam dalam menjalankan syariat Islam. Dapat dikatakan pula bahwa hal ini merupakan refleksi dari pemahaman bahwa ekonomi Islam bukan hanya sekedar konsepsi.
 Di Indonesia saat ini, sistem ekonomi Islam sudah tumbuh dan berkembang dalam bentuk lembaga keuangan syariah sejak tahun 1992. Adapun peran sistem ekonomi Islam yang dapat dijadikan potensi agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih baik dalam perekonomian, yaitu dari instrumen zakat, infaq, shodaqoh, yang dapat mensejahterakan rakyat Indonesia.Penerapan konsep jujur, adil dan bertanggungjawab merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan ekonomi dan juga pelarangan riba dengan menjadikan sistem bagi hasil dengan instrumen mudharabah dan musyarakah. Peran ekonomi Islam dalam perekonomian di Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar. Ekonomi Islam perlu diterapkan dan ditingkatkan eksistensinya karena manfaatnya yang luar biasa dalam mengatasi perekonomian di Indonesia. Implementasi eksistensi ekonomi Islam di Indonesia salah satunya tercermin dari semakin banyaknya lembaga keuangan bank dan non bank. Semua elemen dalam sistem ekonomi Islam ini tetap membutuhkan pengawalan dalam pelaksanannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari melencengnya prinsip-prinsip Islam dalam kegiatan operasionalnya.
Semakin maju dan berkembangnya sistem ekonomi Islam di Indonesia ini, diharapkan dapat meningkatkan serta memberi warna baru dalam perekonomian. Maka, dengan penerapan sistem ekonomi Islam, negara akan jauh lebih stabil dan tentunya juga lebih adil.

BUNGA BANK TAK SEINDAH BUNGA TAMAN


BUNGA BANK TAK SEINDAH BUNGA TAMAN

Oleh:
Rezki Nur Hidayat

            Kita sering melihat bunga, terutama ketika kita berjalan - jalan di taman. Bunga biasanya memiliki warna yang cerah sehingga hewan seperti kupu – kupu dan lebah tertarik padanya. Bunga juga memiliki bau yang harum kecuali bunga bangkai ya, he he he. Mungkin itu baru sebagian kecil kelebihan bunga di taman, sebenarnya masih banyak kelebihan yang tidak bisa saya ceritakan semua di artikel ini, karena yang akan saya ceritakan bunga yang berbeda, bunga ini indah dinama namun berpengaruh negative jika digunakan. Sesungguhnya islam telah melarang adanya bunga, karena bunga digolongkan sebagai riba, seperti yang telah tercantum dalam Al Qur’an Surah Al Baqarah : 275 – 276, “Orang – orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran (tekanan) penyakit gila, keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) sesungguhnya jual beli sama dengan riba. Banyak permasalahan yang kita temui, karena ada campur tangan riba di dalam urusan kita. Seperti orang-orang yang telah diambil rumahnya dan segala hartanya karena tidak bisa membayar pinjaman dari bank beserta bunganya. Sangat miris bukan ketika kejadian ini terus terulang kembali, maka solusi dari permasalahan ini ialah kita harus kembali kepada ketentuan Allah SWT dalam segala urusan, seperti ekonomi. Kita bisa mengimplementasikan ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya ekonomi yang berlandasan syariat, maka segala urusan kita khususnya dalam ekonomi tidak ada pihak yang dirugikan. Peran-peran dari ekonomi syariah yang mestinya kita dukung ialah salah satunya sebagai penyedia jasa keuangan, seperti bank. Perbedaan antara bank syariah dengan bank konven dalam hal ini ialah pada bank syariah terdapat akad antara bank dengan nasabahnya, sedangkan bank konven tidak. Bank syariah mendorong kebersamaan antara nasabah dan bank dalam membagi keuntungan secara adil. Dari penjelasan diatas maka semestinya kita ikut mendukung ekonomi syariah untuk berkembang serta memajukannya agar bisa berperan dalam kehidupan kita. Sekian kanda yunda, semoga bisa bertemu kembali di artkel selanjutnya. Byee

PERAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA

PERAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA

Oleh :
Windha Widayati

Perlu kita ketahui sesungguhnya dalam peta kehidupan manusia, konsep ekonomi Islam sudah ada semenjak kehadiran agama Islam di atas muka bumi ini. Al Quran dan As Sunnah kaya akan hukum-hukum dan pengarahan kebijakan ekonomi yang harus diambil dan disesuaikan dengan perkembangan zaman serta perbedaan kawasan regional itu sendiri. Pada hakikatnya ekonomi Islam itu merupakan konsekuensi yang logis dari kesempurnaan Islam itu sendiri. Oleh karena itu islam haruslah di peluk secara klkeseluruhan dan komprehensif oleh umat Islam itu sendiri. Dan agama islam itu sendiri menuntut kepada kita selaku pemeluknya untuk mewujudkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari.
Tujuan Ekonomi Islam itu sendiri yaitu mewujudkan maslahah (kemaslahatan) bagi umat manusia, mewujudkan kesejahteraan ekonomi norma-norma moral islam, dan membina persaudaraan serta  menegakkan keadilan umum. Sistem ekonomi Islam tidak hanya di perbankan, namun mencakup semua sistem keuangan. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang sangat pesat, baik pada tataran teoritis dan konseptual ( akademik ) maupun pada tataran praktis ( khusus di lembaga keuangan bank dan non bank ). Perkembangan ini tentu saja sangat menggembirakan, karena ini merupakan suatu cerminan dari semakin meningkatnya kesadaran umat islam dalam menjalankan syariat islam. Hal ini refleksi dari pemahaman bahwa ekonomi islam bukan hanya sekedar konsepsi.
Ekonomi Islam merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berupaya memandang, meninjau, meneliti yang pada akhirnya menyimpulkan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi berdasarkan syari'at islam. Tujuan Ekonomi Islam itu sendiri yaitu mewujudkan maslahah (kemaslahatan) bagi umat manusia, mewujudkan kesejahteraan ekonomi norma-norma moral islam, dan membina persaudaraan serta  menegakkan keadilan umum. Sistem ekonomi Islam tidak hanya di perbankan, namun mencakup semua sistem keuangan. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang sangat pesat, baik pada tataran teoritis dan konseptual ( akademik ) maupun pada tataran praktis ( khusus di lembaga keuangan bank dan non bank ). 
Perkembangan ini tentu saja sangat menggembirakan, karena ini merupakan suatu cerminan dari semakin meningkatnya kesadaran umat islam dalam menjalankan syariat islam. Hal ini refleksi dari pemahaman bahwa ekonomi islam bukan hanya sekedar konsepsi. Di Indonesia saat ini, sistem ekonomi Islam sudah tumbuh dan berkembang dalam bentuk lembaga keuangan syariah sejak tahun 1992. Adapun peran sistem ekonomi Islam yang dapat dijadikan potensi agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih baik dalam perekonomian, yaitu dari instrumen zakat, infaq, shodaqoh, yang dapat mensejahterakan rakyat Indonesia, penerapan konsep jujur, adil dan bertanggungjawab merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan ekonomi dan juga pelarangan riba dengan menjadikan sistem bagi hasil dengan instrumen mudharabah dan musyarakah.
Pertumbuhan lembaga keuangan syariah lainnya seperti asuransi syariah, pengadaian syariah, pasar modal syariah yang semakin berkembang pesat. Kemauan masyarakat pada ekonomi syariah yang semakin bagus dinilai menjadi modal utama bangsa Indonesia untuk bisa menyaingi pertumbungan ekonomi syariah di negara lain. Ekonomi Islam tentu berbeda dengan sistem ekonomi konvensional yang mengedepankan kebebasan individu. Peran ekonomi Islam dalam perekonomian di Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar. Ekonomi Islam perlu diterapkan dan ditingkatkan eksistensinya karena manfaatnya yang luar biasa dalam mengatasi perekonomian di Indonesia. Implementasi eksistensi ekonomi Islam di Indonesia salah satunya tercermin dari semakin banyaknya lembaga keuangan bank dan non bank. 
             Semua elemen dalam sistem ekonomi Islam ini tetap membutuhkan pengawalan dalam pelaksanannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari melencengnya prinsip-prinsip Islam dalam kegiatan operasionalnya.Semakin maju dan berkembangnya sistem ekonomi Islam di Indonesia ini, diharapkan dapat meningkatkan serta memberi warna baru dalam perekonomian. Maka, dengan penerapan sistem ekonomi Islam, negara akan jauh lebih stabil dan tentunya juga lebih adil.